Kamis, 23 November 2017

Banjarmasin. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Lambung Mangkurat  Banjarmasin pada Selasa (21/11) mengadakan diskusi sekaligus silaturahmi dengan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia Komisariat UNLAM Banjarmasin dan Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Komisariat Unlam Banjarmasin di Halaman Gedung Serba Guna Unlam Banjarmasin.

Kamis, 16 November 2017

Milad Muhammadiyah ke-108 dalam Perhitungan Hijriyah

MAKKAH, Suara Muhammadiyah-Tepat 108 tahun yang lalu, pada 8 Dzulhijjah 1438 H, KH Ahmad Dahlan dan para muridnya di Kauman Yogyakarta mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi yang mengusung jargon gerakan Islam berkemajuan ini telah berkembang pesat. Semangat untuk mencerahkan umat dan membangun peradaban terus digelorakan.
Bertepatan dengan milad ke-108, dari kota Makkah Al-Mukarramah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir, MSi menyampaikan beberapa pesan. Sebagai berikut:
Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, khususnya karunia yang diberikan kepada Muhammadiyah hingga mampu bertahan dan berkembang dalam usia 108 tahun dengan melewati suka dan duka hingga makin menjadi matang, dewasa, cerdas, bijaksana, dan mampu menghadirkan pemikiran dan amaliah berkemajuan.
Kedua, Muhammadiyah bermuhasabah atas kekurangan dan kelemahan, maka selayaknya Milad dijadikan momentum untuk melakukan perubahan-perubahan transformatif yang bermakna menuju Muhammadiyah berkemajuan di berbagai bidang garapannya agar geraknya melampaui yang lain dalam spirit fastabiqul khairat.
Ketiga, Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran dan amal usaha yang selama ini digarap agar menjadi kekuatan alternatif di tengah persaingan ketat dalam pergerakan dinamika kehidupan nasional dan global.
Keempat, bagi warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan termasuk di amal usaha dan jamaah agar semakin memperkuat komitmen dalam bermuhammadiyah untuk berdakwah dan bertajdid sesuai dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki bermodalkan keikhlasan, pengkhidmatan, dan militansi keislaman untuk meraih ridla dan karunia Allah SWT.
Kelima, kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Ortom, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, dan institusi yang berada dalam Muhammadiyah niscaya menegakkan paham agama sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, ideologi, serta segala ketentuan dan kebijakan Persyarikatan sehingga menjadi gerakan yang solid, kuat, dan maju dalam satu barisan yang kokoh. Seraya menghindari dan mencegah hal-hal yang bertentangan dengan paham agama, ideologi, ketentuan, dan kebijakan Muhammadiyah.
Keenam, kepada segenap pihak hendaknya memperhatikan dan mendukung kaderisasi dan para kader Muhammadiyah sebagai generasi penerus yang unggul, berkhidmat, dan menjadi pelaku gerakan yang bermakna bagi kemajuan persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.
Ketujuh, kepada seluruh amal usaha Muhammadiyah agar berbenah dan memperbarui diri disertai melakukan inovasi-inovasi yang menghasilkan keunggulan.
Kedelapan, dalam menghadapi kehidupan keumatan dan kebangsaan yang sarat isu dan dinamika hendaknya selalu mengacu pada prinsip-prinsip Peryarikatan dan Kebijakan Pimpinan Pusat sebagainana telah menjadi keketentuan yang beelaku dalam organisasi Muhammadiyah.
Kesembilan, kepada warga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah hendaknya menjaga spiritualitas dan akhlaq karimah dalam bersikap, berkata, dan bertindak lebih-lebih dengan media sosial yang semakin bebas agar tetap menjadi uswah hasanah mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Semoga Muhammadiyah makin maju dan unggul serta memberi makana dalam membangun peradaban umat, bangsa, dan kemanusiaan universal yang rahmatan lil-‘alamin dalam naungan  Rahman dan Rahim Allah SWT,” harap Haedar Nashir. (Ribas/PP Muh)

Senin, 13 November 2017


 Beberapa waktu yang lalu, Muhammadiyah mengimbau kepada seluruh warga persyarikatan untuk membantu menyebarkan kesimpulan fatwa tarjih melalui beberapa gambar tentang cadar, celana cingkrang bagi laki-laki, dan sebagainya. Bahkan, ada sebagian dari pembaca pesan dalam gambar-gambar tersebut yang mengira/berasumsi bahwa Muhammadiyah melarang penggunaan cadar, celana cingkrang, dan semisalnya. Benarkah demikian?

Rabu, 01 November 2017

Foto Elfa Sopiya.Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) mengucapkan selamat atas terselenggaranya Darul Arqam Dasar (DAD) I PK IMM Fakultas Kesehatan dan Ilmu Keperawatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin. Berbeda dari DAD yang dilaksanakan beberapa komisariat sebelumnya, DAD PK IMM FKIK UM Banjarmasin dilaksanakan selama lima hari empat malam dimulai dari Rabu (25/10) petang hingga Ahad (29/10) pagi. Idealnya, perkaderan memang dilaksanakan lima hari, namun untuk saat ini hal tersebut belum memungkinkan bagi Non-PTM.

Mentari terus meninggi dan pada akhirnya tenggelam di ufuk barat. Hari baru diusung pada keesokan harinya, dengan sang fajar sebagai pertanda bahwa hari baru akan dimulai. Mentari baru siap bersinar agar bumi tetap berbinar. Demikianlah mengapa perkaderan senantiasa ada, estafet kepemimpinan harus terus bergulir bersamaan dengan sejarah yang terus terukir.

Perkaderan yang dilaksanakan di Masjid Al Mukhlishin, Muhammadiyah Cabang Banjarmasin 9 itu telah melahirkan 24 kader yang siap berjuang bersama dalam ikatan. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta/kader baru ketika menyampaikan kesan saat ta’aruf session, ramah tamah sebelum acara penutupan, calon-calon penerus estafet kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, wa bil khusus Pimpinan Komisariat IMM FKIK UM Banjarmasin. Ahlan wa sahlan. Selamat datang kami ucapkan kepada IMMawan dan IMMawati sekalian. Welcome to the big family, Muhammadiyah Student Association


Billāhi fī sabīlil haq.

Fastabiqul khairat.

(hs.nst)